• 0821-1269-5119 (Junaidin) & 0812-3702-6766 (Saru Noliqo)
  • info@stfm.ac.id
  • Install Zoom Terbaru

Latar Belakang

Pada awal tahun 2020, dunia dihadapkan dengan suatu wabah penyakit infeksi yang disebut virus Covid-19 atau disebut juga dengan virus Corona. Sejak akhir tahun 2019 hingga saat ini, angka kejadiannya terus mengalami kenaikan yang sangat pesat serta penyebaran infeksi virus Covid- 19 ini sangat cepat ke seluruh bagian dunia termasuk negara Indonesia. Bahkan WHO telah menyatakan wabah Covid-19 sebagai keadaan darurat kesehatan global sejak bulan Januari 2020 (Sebayang, 2020). Istilah Covid-19 (Corona virus deseases 2019) merupakan nama yang diberikan oleh WHO terhadap virus yang sedang mewabah saat ini. Negara Cina merupakan tempat pertama terjadinya infeksi virus Covid-19 dan menyebar sangat luas dan cepat sehingga mengakibatkan pandemi global yang berlangsung hingga saat ini. Sumber virus ini diketahui awalnya berasal dari kelelawar yang akhirnya tertular ke manusia dan antar manusia (Burhan et al., 2020; WHO, 2020). Hingga saat ini kejadian terjangkit nya virus Covid-19 masih terus bertambah. Menurut data global hingga 20 Januari 2021, kasus Covid-19 di dunia mencapai angka 97,3 juta. Sedangkan di negara Indonesia sendiri yang terkonfirmasi terjangkit virus Covid-19 mencapai 939.948 kasus, untuk angka kematian tercatat sebanyak 26.867 orang (https://www.worldometers.info/).

Pemerintah Indonesia saat ini sudah menetapkan status darurat bencana nasional terkait dengan kejadian pandemi virus Covid-19. Pandemi COVID-19 telah menjadi krisis global yang semakin mencemaskan. Akibat yang muncul dalam perbagai aspek kehidupan mengharuskan individu, organisasi dan negara perlu mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya untuk memutus mata rantai penularan virus Corona. Sebagai upaya untuk menanggulangi penyebaran virus corona, Pemerintah Indonesia telah menyiapkan tiga Langkah startegi yakni preventif, kuratif dan Rehabilitatif. Untuk mengatasi penyebaran virus, pemerintah membuat kebijakan patuh protokol Kesehatan yang menghimbau untuk sesering mungkin mencuci tangan pakai sabun 6 langkah, tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain, menghindari pertemuan yang bersifat massal dan menggunakan masker saat keluar rumah, aktifitas bekerja, belajar di rumah masing- masing (Ihsanuddin, 2020).

Oleh karena itu Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Tangerang akan menyelenggarakan Webinar Nasional Kefarmasian dengan tema Strategi Indonesia dalam Penanganan Covid-19 secara preventif, kuratif dan Rehabilitatif .